SAJAK RINDU WANITA PENIKMAT KOPI

Cinta tak harus memiliki, namun kenangan itu tertanam dalam hati, biar aku nikmati lakon hidup ini, sampai akhirnya kopi ini memberi jawaban apa yg harus aku lakukan, bisa harapan tidak sesuai dengan kenyataan , aku nikmati jadi penonton lakon orang yg aku cintai aku sayangi entah sampai kapan .

aku malu menulis ini sejujurnya
tapi tak apa
sebab pagi ini aku selangkah lebih maju melukiskan hatiku tentangmu
aku hanya wanita
aku tau itu
tapi tak sala kan jika aku menuliskan surat ini untukmu
lelaki yang dengan tatapannya membuat aku bahagia?
pagi..
siang..
sore..
malam..
ada saja yang ia lakukan untukku bahagia
jejak jejak kaki kita yang menapak dipantai
angin yang berhembus sepoi mencari teduh bayang-bayang nyanyian kisah kita
ah, sungguh aku merindukan kita yang dekat tanpa jarak sesentipun
sekarang? hah!!
aku terlalu banyak menuliskan rindu diatas kertas dg tinta hitam ini
tapi kopiku tak pernah absen untuk temani sunyiku,
temaniku melawan rindu
kurasa ia merindukan bincang kita pula
kuharap,
seiring percakapan kita tak pernah menjadi mahal
kadang dikedai ini aku harus membayar kopiku dg kesepian
padahal,rindu ini layaknya ampas,
mengendap ikhlas
tanpa minta tuk diteguk
begitu bukan?
ah,rinduuu.................
Terima kasih....
Advertisement
SAJAK RINDU WANITA PENIKMAT KOPI Cinta tak harus memiliki, namun kenangan itu tertanam dalam hati, biar aku nikmati lakon hidup ini, sampai akhirnya kopi ini memberi jawaban...