CERITA LUCU MUKIDI AHOK VS ANIES DI PILGUB PUTARAN KE 2

MUKIDI Gak usah di pikir tegang tegang siapapun yg terpilih itulah wujud nyata suara hati rakyat jakarta , jadi lain waktu kalau ada pemilihan pemimpin lagi gak usah ribut ribut mendinh duduk santai sambil ngopo.
Suatu waktu, Mukidi disiang bolong bersama kenalannya di Jakarta; Mas Bendot melewati gedung Balai Kota Jakarta. Dengan muka bodohnya, Mukidi bertanya pada Bendot, sambil jari telunjuknya menunjuk gedung Balai Kota “Itu gudang apa?” Bendot yang sudah lama di Jakarta, tertawa terpingkal-pingkal, sambil meluruskan pertanyaan Mukidi, “itu bukan gudang, tapi itu gedung Balai Kota.”
Mungkin Mukidi ada benarnya, karena Balai Kota itu gudang;  gudang malapetaka. Karena Balai Kota dan dan kekuasaan di dalamnya, menyimpan malapetaka. Karena di sanalah ulah demagog berbusa-busa mencabik kebinekaan Indonesia.
Hingga pulang ke rumah, Mukidi menyetel layar TV, yang dibukanya MetrominiTV. TV-nya rongsok, kadang berasap bila kepanasan; karenanya dikasih nama MetrominiTV. Pun beritanya ancur dan banyak tipu-tipunya. Suatu waktu, karena gusarnya Pada MetrominiTV, Mukidi menamai TV itu “MetroTipu.”
Di TV itu, Mukidi menyaksikan pengumuman hasil gelar perkara terkait dugaan penistaan agama yang dilakukan Gubernur DKI non aktif Basuki. Mukidi tertegun. Wajah Mukidi yang sudah ditakdirkan mewek, sekali lagi bertambah mewek, entah sedih atau apa, yang jelas mukanya sudah begitu sejak brojol. Mukidi menyaksikan Basuki ditetapkan sebagai tersangka.
Di tayangan berikutnya, Mukidi juga melihat Basuki live menyampaikan pernyataan. Basuki sesumbar yakin menang Pilkada satu putaran, setelah kemana-mana diusir warga Jakarta. Di layar TV, Mukidi pun menyaksikan Pelawak Ruhut, entah dagelan atau apa, berbusa-busa ikut memberi pernyataan. Tapi ketika meyaksikan muka Ruhut di TV, Mukidi nyaris melempar remot ke layar TV. Mukidi gusar sejak ruhut bergonta-ganti majikan politik dan menjadi politisi flamboyan dari rezim SBY ke rezim Jokowi.
Saking bingungnya dengan kepongahan Basuki, siang itu Mukidi terbawa mimpi. Dalam mimpinya, Mukidi menyaksikan Basuki menang Pilgub DKI satu putaran; saat Pilgub DKI usai digelar. Mukidi terkejut, lantas bangun dari tidur siangnya. Wajah Mukidi yang mewek, dibelah keringat setebal biji padi. Ubun-ubunya panas, kaki dan tangannya dingin bukan kepalang.
Dengan kondisi agak mabuk tidur, tangan Mukidi meraba remot di samping dipan. Mukidi langsung menyetel MetrominiTV, matanya terbelalak, saat melihat TV, Basuki diusir warga, ketika hendak kampanye. Mukidi baru sadar, ternyata setelah menyandang predikat tersangka seluruh putaran wilaya Jakarta yang didatangi Basuki, ia diusir habis-habisan.
Di Metromini TV, ada warga mengusir Basuki sambil teriak, “Tarsangka penista agama, dilarang masuk di kampung kami.” Mukidi terkejut, ditampar kedua pipinya bolak-balik. Mukidi baru sadar, ternyata ia hanya mimpi, “mimpi Basuki menang Pilgub DKI satu putaran.”
Sumber dari : faktual.co.id
https://1.bp.blogspot.com/-_or-bIshcwE/WB7ihRV6afI/AAAAAAAAE0c/O4Vsr-AqQg81Ifk4KMBMA3jy-g0ubQwmwCLcB/s1600/MUKIDI_polisi.png
Advertisement
CERITA LUCU MUKIDI AHOK VS ANIES DI PILGUB PUTARAN KE 2 MUKIDI Gak usah di pikir tegang tegang siapapun yg terpilih itulah wujud nyata suara hati rakyat jakarta , jadi lain waktu kalau ada pemil...