Ngopi Disik Ben Gak Edan

Rabu, 08 Februari 2017

PUISI INI KOPIKU MANA KANGENMU

PUISI INI KOPIKU MANA KANGENMU, Kategori : ,Kutipan : PUISI INI KOPIKU MANA KANGENMU sekedar mengisi waktu luang saja. barang kali mau maen kerumah boleh :v gula sama kopi bawa sendiri ya πŸ‘§πŸ‘§πŸ‘§... Dst...

PUISI INI KOPIKU MANA KANGENMU sekedar mengisi waktu luang saja. barang kali mau maen kerumah boleh :v gula sama kopi bawa sendiri ya πŸ‘§πŸ‘§πŸ‘§πŸ‘§πŸ‘§πŸ‘§πŸ‘§πŸ‘§πŸ‘§πŸ‘§πŸ‘§πŸ‘§πŸ‘§ ,Sekali memandang selamanya terkenang, aku tak mau menipu hatiku , bagaimanapun aku masih cinta kamu dan tak sanggup orang lain menggeser kedudukanmu di singgasanaku .

Duduk dan temani aku disini, masih terlalu pagi untuk membicarakan cinta dihadapan kopi.
pagi adalah harapan untuk segala,termasuk sesuatu yang mungkin tak ada.
kopi pagi dan doa kecil diberanda : semoga ada waktu buat kita.
Tuhan maha romantis, ia menurunkan gerimis sepagi ini untuk menyamarkan sepi dan tangis.
menuju pagi, ada yang perlahan mati dalam secangkir kopi,kita dan harapan yang baru saja kau bunuh sendiri.

ada pahit disetiap teguk kopi,sebab masih ada manis dunia yang belum kurasa diluar sana.
andai secangkir kopi dimeja ini bernyawa. mungkin ia adalah kekasih yang paling setia.
ada begitu banyak rindu yang mengepul diseduhan kopi hitamku, duhai kasihku. tapi kau tak tau.
mengingatmu: seperti sekuntum hujan ,sepi dilangit mataku, yang kunikmati hanya guguran durinya dicangkir kopiku.

kabar gembira pagi ini,ada harum cahaya,lembut puisi dan secangkir kopi. segalanya kurasa amat hangat didadaku untuk mencintaimu.
malam ini aku akan kencan dengan secangkir kopi . dengan selembar sajak dalam dompet,kubelikannya sekuntum bunga sepi.
meneguk secangkir kopi ialah caraku untuk menikmati sepi dan mengelabuhi rasa nyeri.

sembari melamun aku ingin kita berbagi secangkir kopi dan ciuman.
aku tidah membencimu dan aku juga tidak mencintaimu. duduklah dekat sini, dan nikmati kopi bersamaku.
kopi malam ini terasa pahit sekaligus manis, lidahku tidak bisa membedakan rasa jatuh cinta atau rasa kehilangan.
siapalah aku ini, hanya ampas kopi.

aku menerima takdirku sebagi penikmat kopi, sebab kita takkan pernah duduk diusia yang sama.
kopiku mulai dingin,kau belum kembali jua, sekarang kopiku terasa asin oleh air mata.
secangkir kopi kuaduk seperti memutar waktu,sedang kenangan masih ditempat yang sama:masalalu.
kadang aku suka minum kopi tanpa gula, seakan menikmati kesedihan hingga keampasnya.

akan kusuguhkan kopi tanpa susu,aku tak mau menikmati mas depan dg sisa aroma kenanganmu.
saat rinduku menghujam ,cintaku tenggelam bagai gula yang larut dalam secangkir kopi hitam.
aku membandingkan mana yang lebih kurindu? pelukan hangatmu atau harum kepulan asap kopi yang sedang kuhirup?

selalu kucurahkan kerinduan ini dalam secangkir kopi,mungkin karna puisi sudah tak sanggup menampungnya lagi.
seperti memutar waktu,terus kuaduk kopi pagi ini. tapi kenangan tak kunjung pergi.
malam hening didasar cangkir ampas kopiku mengguris tangis. bulan lupa terbit dan senyum seseorangpu tenggelam.

kopi malam ini kuseduh dg air hujan, barangkali kutemukan juga air mata kesedihan.
diluar, rambut gerimis mengibaskan namamu. lalu kutulis sms "ini kopiku, mana kangenmu?"
secawan kopi kental tak lagi terbalut dg duka keinginan, tetapi terbalu dg doa untuk kenyataan.
secangkir kopi diatas meja dan doa kecil diberanda : semoga kesedihan tak dituliskan atas namanya dalam kepulan asap kopiku.
menghirup wangi kopi robusta kedai di dunia ini, cintaku hidup tak lebih hanya menumpang minum saja.
semanis apapun kopi belu m bisa menipu pahitnya ketiadaanmu.

AKU MERINDUKANMU,MENGHARAPANKU HINGGA AKHIR NAFASKU, KAU PAHAM ITU

DENGAN MEMBACA KITA MENGENAL DUNIA DENGAN MENULIS DUNIA MENGENAL KITA

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *